Kekuasaan yaitu seseorang untuk mempengaruhi dan mendorong orang lain untuk mengikuti kehendak dan kemauannya. Kekuasaan terjadi karena adanya ketergantungan. Di indonesia banyak sekali kasus kasus yang berhubungan erat dengan kekuasaan dan politik. Politik, uang, dan kekuasaan, tiga hal yang sepertinya sangat erat hubungannya satu sama lain. Politik dan kekuasaan, orang tak bisa menyampaikan tujuan politiknya
tanpa memiliki otoritas dan kekuasaan, sedangkan kekuasaan saat ini,
hanya dapat dicapai dengan uang. Sebagai contoh akhir – akhir ini kampanye -
kampanye yang dilakukan di dunia perpolitikan di Indonesia sangat
identik dengan uang dan kekuasaan. Kampanye media dari Pemilu Presiden,
Gubernur, Bupati, bahkan sampai tingkat RW pun
menggunakan media seperti spanduk, dan sejenisnya. Dan hal itu
tidak sedikit prosentasenya. Jadi sangat jelas dengan banyaknya
pemasangan media kampanye yang jumlahnya sangat banyak tersebut sangat
identik dengan uang. Sebenarnya sangat wajar, wajar antara
politik, uang, dan kekuasaan. Ketiga – tiganya penting dan perlu agar
untuk mencapai kehendak dan tujuan tertentu yang diinginkan, kita
memerlukan kekuasaan, sedangkan untuk mencapai kekuasaan, kita
memerlukan strategi politik dan finansial yang kokoh untuk menggapainya.
Dan itu sah – sah saja. Tak ada yang salah. Yang salah sebenarnya
terletak dalam prosesnya. Proses menuju kekuasaan tersebut. Sehingga tak jarang, beberapa atau
banyak wakil rakyat di negeri ini, seringkali dalam proses menuju
kekuasaan itu, sering menggunakan cara – cara yang bertentangan contohnya : korupsi. Kondisi dan kebiasaan yang terus menerus
seperti inilah yang pada akhirnya membentuk paradigma banyak orang yang
menganggap bahwa dunia politik itu kotor, penuh dengan orang – orang
busuk didalamnya. Harus ada ‘orang – orang baik’ yang terjun
kedalam kotornya dunia politik kita, agar dunia politik kita tidak
semakin menghitam. Harus ada orang – orang ‘putih’ yang menghapus
persepsi hitam masyarakat terhadap dunia politik, lalu pelan – pelan
membuat dunia politik abu – abu, dan akhirnya kembali ke warna politik
dan kekuasaan yang putih dan menjadi rahmat bagi semua. Sehingga
bisa disimpulkan adalah bahwa yang dibutuhkan saat ini untuk mengelola
negara dengan kekuasaan adalah mereka yang memiliki kapasitas ideal
pemimpin, yaitu kapasitas ketaqwaan, kapasitas intelektualitas, dan
kapasitas jaringan yang kokoh. Itu yang kemudian harusnya ada dalam
konteks keindonesiaan. Dan
saya sendiri sangat yakin bahwa masih ada orang – orang dengan
kapasitas tersebut. Dan saya yakin suatu saat, Indonesia akan kembali ke
puncak kejayaannya, dan negaranya dikagumi oleh negara – negara lain di
dunia. Tentunya ditangan mereka yang memiliki jiwa politik yang bersih
lagi membersihkan, mampu mengendalikan dan memanajemen kuasa dan
finansial demi kebermanfaatan bagi rakyat banyak. Selamat berpolitik, politik santun dan
bersahabat. Politik yang memiliki kebermanfaatan bagi semua.
Senin, 27 Mei 2013
Sabtu, 11 Mei 2013
Konflik
Dalam sebuah konflik pasti ada masalah. Masalah disebabkan bedanya antara keinginan dengan fakta. Contohnya masalah buruh yang tidak akan berakhir. Buruh dan pengusaha dibiarkan seolah berhadap-hadapan, padahal menurut saya
masalah utama justru ada di pemerintah, ada dua hal yang membuat pemerintah menjadi penyebab masalah perburuhan di tanah air. Pertama, pemerintah tak mampu menekan ekonomi biaya tinggi, seperti infrastruktur
yang buruk dan pungli yang masih marak. Akibatnya, perusahaan sulit berkembang dan tak mampu memberikan upah yang lebih
layak kepada buruh. Padahal apabila ekonomi biaya tinggi bisa ditekan upah tinggi tidak menjadi masalah bagi pengusaha. Kedua, pemerintah tak mampu menjaga stabilitas harga, jaminan
ketersediaan layanan kesehatan, dan pendidikan murah serta layak.
Akibatnya, buruh tidak pernah bisa hidup sejahtera. Para buruh tak hanya membutuhkan keputusan hari buruh sebagai
hari libur. Namun, buruh juga membutuhkan kebijakan ekonomi
yang berpihak terhadap kondusivitas ekonomi yang mampu menekan ekonomi
biaya tinggi dan menuju kesejahteraan buruh yang riil.
Senin, 06 Mei 2013
Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu
Bentuk Kelompok
Secara umum kelompok terbagi atas 2 bentuk utama :
- Kelompok formal : Ditetapkan organisasi, struktur jelas dan ada penugasan
- Kelompok Informal : tidak ditetapkan oleh organisasi, struktur tidak resmi dan tidak ada penugasan
Tahap Perkembangan kelompok
Model 5 tahap
- Tahap 1 (pembentukan)
Tahap pengenalan dan banyak situasi tidak pasti
- Tahap 2 (keributan)
Merupakan tahap konflik
- Tahap 3 (penormaan)
Mulai ada hubungan yang koliesif, saling tarik menarik dengan penerimaan norma yang baru
- Tahap 4
Tahap melaksanakan program yang telah disetujui bersama
- Tahap 5
Aktifitas mulai melambat dan perhatian kelompok ditujukan pada penyelesaian tugas bukan pada aktifitas
kinerja
Dalam kuliah minggu lalu kami dibagi kelompok untuk memecahkan soal/masalah. Dalam sebuah kelompok kita harus kompak dalam mencapai tujuan kelompok tersebut, dan masalah masalah yang ada bisa terpecahkan dengan mudah.
Bentuk Kelompok
Secara umum kelompok terbagi atas 2 bentuk utama :
- Kelompok formal : Ditetapkan organisasi, struktur jelas dan ada penugasan
- Kelompok Informal : tidak ditetapkan oleh organisasi, struktur tidak resmi dan tidak ada penugasan
Tahap Perkembangan kelompok
Model 5 tahap
- Tahap 1 (pembentukan)
Tahap pengenalan dan banyak situasi tidak pasti
- Tahap 2 (keributan)
Merupakan tahap konflik
- Tahap 3 (penormaan)
Mulai ada hubungan yang koliesif, saling tarik menarik dengan penerimaan norma yang baru
- Tahap 4
Tahap melaksanakan program yang telah disetujui bersama
- Tahap 5
Aktifitas mulai melambat dan perhatian kelompok ditujukan pada penyelesaian tugas bukan pada aktifitas
kinerja
Dalam kuliah minggu lalu kami dibagi kelompok untuk memecahkan soal/masalah. Dalam sebuah kelompok kita harus kompak dalam mencapai tujuan kelompok tersebut, dan masalah masalah yang ada bisa terpecahkan dengan mudah.
Langganan:
Komentar (Atom)